| Anemon and Cloan Fish/Under Water Interaction |
Saleo, Raja Ampat.Desember 30, 2011, hari
bulan tahun dan tempat itu menggugah
pikiran dan jiwaku. Memutar balik cara berpikirku melihat alam dan orang-orang
disekitarku. Bukan karena suatu kejadian atau apapun tp karena alasan aku berbaring disini di Raja Ampat
Jam menunjukkan pukul 11 malam
lewat. Malam telah mengeluarkan aura dinginnya. Membungkus alam dalam
kesunyian, menundukkan hutan pinus dan cendarwasihnya. memudarkan aura panas
api didepanku. Jenset telah
dimatikan dan cottage-kayupun tak nampak lagi.Aku melangkah berat di atas
permadani pasir yang lembut. Mataku memerintahkan kepalaku untuk membuat perpotongan dua garis baringan
imaginer antara dua pohon pinus besar untuk mendapatkan posisi istirahatku
malam ini. Diantara dua pohon gagah besar ini ditemani dengan pohon pandan laut
yg menyembunyikan duri-durinya saat dia terlelap. Hanya tinggal beberapa
langkah lagi.
![]() |
| Free Diving, Raja Ampat |
Disinilah aku. Kubaringkan
tubuhku diatas green polyethylene syntetic
fibre web. Tangannya yg kekar terikat
kuat pada pohon pinus di kedua sisinya. Seolah membuat sinergi dalam
keseimbangan alam yang saling berbagi. Pohon pinuspun menggenggam erat
tangannya. Aku sedikit membuat gerak harmony sederhana. Tubuhku berayun pelan
mengikuti gaya pemulih, memperkecil gaya potensialnya untuk menuju titik
keseimbangan semulanya. Begitulah cara alam bekerja. Ya keseimbangan. Dan aku
mengulanginya terus menerus. Harmoni resonansi suara Breviana
brevis berpadu dengan suara desiran lembut ombak menjadi lagu penenangku.
Mengisyaratkan dialah penguasa jagat raya malam ini. Memecah heningnya malam.
Setetes air dari langit turun menumbus sela-sela daun lalu menyapaku wajahku
dalam damai. Titik titik air itu datang silih berganti dari langit ikut
memeriahkan pesta nyanyian sang serangga. Sekali lagi itulah keseimbangan alam.
Saling mengisi satu sama lain dan Aku mulai bertanya. Is it coincidence???
Lalu kepalaku mulai mencari
–cari bagaimana itu terjadi dalam diriku
dan alam semesta ini. Kenapa aku disini? Bagaimana aku bisa sampai disini?Apa
yang membawaku ketempat hebat ini yang banyak orang di barat indonesia sana
bahkan orang diluar negri sana memimpikannya tapi aku salah satunya yang
terpilih? Dengan cara-cara yang tidak biasa, waktu dan tempat yang tidak biasa. Dan aku baru
menyadirinya malam ini dan disini.aku terus bertanya.
| Underwater Pose, Saleo Island |
Kepalaku mulai berat aku mencoba
membuka kembali lembaran perjalanan hidupku. Tapi aku gagal mengingatnya. Aku
mulai bertanya tak beraturan, kenapa manusia berbeda-beda sifatnya, burung bisa
terbang dan besinergi dengan udara, ikan dan terumbu karang bisa hidup bersama,
Gunung-gunung kenapa harus tinggi, Hakekat siklus air di bumi, kejadian alam
semesta, Albert Einstein dengan rumus relativitasnya mungkin itu akibat tingkat pemikiran dan dimensi ruang dan waktu
yg tidak bisa aku capai malam ini. Semua adalah tentang
keselarasan.Sampai-sampai aku ingin menambahkan rumus relativitas einstein dari
E= m c2 menjadi E= m c2 + S, dimana Energi sama dengan
massa dikalikan dengan kecepatan cahaya ditambahkan dengan sharing(berbagi)
untuk mencapai keselaran itu sendiri.
Gerak harmoni sederhana yang
kubuat jadi tidak beraturan. Aku duduk , berdiri dan berbaring lagi. Pikiranku
melompat-lompat silih berganti tak mw berhenti untuk mencari dan terus mencari.
Kenapa harus aku?
Kantukku pergi tanpa bertanya dan
izin denganku. Aku berhenti sesaat, kedua tanganku menjadi penutup mukaku.
Diam. Lalu secepat kilat kupukul kepalaku dua kali sambil menggerutu dan
histeris dalam pikiranku. Aku kira aku mengidap demintia kronik progresif. Aku
diam sejenak. Mencari-cari dan Sekarang aku mulai membuat kesepakan dengan
dengan otakku untuk mendapatkan kode memori yang kucari untuk membuka lagi memoriku di lymbic sytem
di otakku.Aku tahu, aku benar benar tahu sekarang. karena aku bekerja keras
untuk bisa menyelaraskan diriku dengan orang-orang dan alam disekitarku. Dan aku menikmatinya
sekarang dengan Cuma-Cuma. Tidak ada yang kebetulan.
![]() |
| Early Morning at Raja Ampat |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar