Jumat, 30 Mei 2014

Ke Inggris Lewat MIMPI BESAR

I sit on romantic sandy dunes at east London beach as the sun goes away this afternoon. It is my attempt to get as much as I can a sense of tranquility to rejuvenate my soul, reanimate my flesh and  blood or may be it is just my reason to get out of my monotony life. I have  been this Royal Country for just  7 days  but It already mesmerized me for its elegancy through its  humble city life and its monarch civilizations. The people and the building compliment the England spirit in an interestingly unified way,in a city that is always happening, the ticking Big Ben is a symbol and a place where people come together and gather around to sing and dance, barewitness England’s vibrant, nothing I have ever known before about this exotic country.

As I step on glittering sandy beach of England, life and thoughts fade away and the power of the camorous sea overpowers me and I turn to nothing for a while. However, I am overcome by a sense of serenity as I imagine the spirit of England Barclay Premier League with its competitive rivality among the world class football club and high skill players participated. It leaves me dumbstruck and I got nothing to say. It’s probably one of the few places where everybody no matter where they come from are always spirited to live life like there is no tomorrow.

I have no particular talent or high intellegency to think about this extravagant England . I just begin to keep asking and thinking how could I be here right this moment, right this place. Until I finally come to brief summary to describe  England as a world paradise. It is a place that always keeps you happy and lets you be who you want to be.Whoever you are and wherever you are from, in England, you don’t need to hide and pretend or whisper while you are talking. The name of the country sparkle its spirit in the best possible way.

Buckingham Palace in Westminster is the workplace of the monarchy of the United Kingdom.  Its royal hospitality  strong in foundations and firm in laws. I can feel the energy when I see Queen Elizabeth II smiles at me. Her smile is the source of all those spirits.The monarchy deigned to collaborate with universe to create balances in this country. I feel like a dream, like as if  I went off a deep sleep and woke up to reality. I left my sign in every corner of this country. I am grateful as if I would exert myself in order to give the same measure as I have received and still receiving. It’s so beautiful country...Tiba-tiba kok hujan ya. Padahal tadi cerah-cerah aja di pantai. Sayup-sayup terdengar.”Oiiii Rul bangun kau, udah jam berapa ni? Pake ngigau bahasa Inggris lagi kau,” abangku membangunkanku dengan cipratan air. Dalam hati aku berkata,” Yahhh, cuma mimpi, pantes aja Ratu Elizabeth senyum liat aku,”. Keyboard laptop basah kena ences. Artikel blog contest Mister Potato dan Smax setengah jadi plus lagu ‘Here I am-nya’ Bryan Adam masih terus bergema di laptopku. Ahhh ga apa-apalah.Mudah-mudahan mimpi jadi kenyataan. Englaaaaaaaannndddd I am Comiiiiiiiinggggg !!!!!!! Ngarep Banget.


Habis Juma'tan Beli Smax Balls

Pose Dulu Buat Smax Balls
 
Pose Pakek Peci Demi England

A Path Brought Me Here

It is 11.25 PM .The night has no sense of humor.Cold has become its systematic mentality  since its miserable existence.Burying this island in silence. I take a deep breath to step on glittering sands. My mind get my eyes to make an intersection between two imaginary bearing line of these two monotony solid pines in front of me. I intend to spend my night on it. Pandanus Pygmaenus, beside the pines, is giggling on my moronic idiosyncrasy.

I along with Universe
I lay my back on well-knotted polyethylene.This synthetic fiber holds on pines, fights back gravity and sees eye to eye with wholehearted cooperation to drift  my 58 kg body. As purposive-mechanistic person,I start to growl it back.I make simple rhythmical harmony movement to equal.My body swings slowly trailing behind restoring force and gradually reduces its potential force to stand on gravity. Accidentally, Breviana brevis shows up hysterically. She is an artist tonight. She owns everything. The sea wind and rippling waves are hissing  to participate. In slow motion shot, drop-tears fall from the sky and bang right below my eyes. I am shocked and amazed. A bug, winds, waves and the drizzling rain collaborate for a Raja Ampat night concert. They fulfill each other in harmony and tones.I can feel the energy. I contemplate myself to witness these creatures and start wondering myself. Is it a coincidence?

My Idiosyncrasy
My head is flying asking things unconsciously. I lost the track of thoughts. My head is heavy. It seems like my respiratory system lack ability of digesting the air I inhale. The electric pulse in my brain can’t stop moving.My rhythmical harmony movement is scattered. I stop moving and blanket my face.I am freezed as though I was suffered from chronic –progressive dementia . I try to make a deal with my brain to unlock my framed-memories in my Limbic system.I punch my head and grumble.’Albert Einstein relativity equation’ I said.Everything is moving in different time and dimension that’s what makes balance and harmony in universe. If Einstein’s equation is, E = m c2 ,I will add S for my own version.E is energy, m is mass, c is speed of light in vacuum, and S is sharing. Because by the time that differences  happen,universe share each other to create those balances.
I do know now. I,along with universe itself, spontaneously  participate in that super massive balance and I experience it myself for free in this, great universe university, Raja Ampat that I never have a thought before to be here. Nothing is a coincidence.




Kamis, 29 Mei 2014

Raja Ampat, World Underwater Paradise

Anemon and Cloan Fish/Under Water Interaction
Saleo, Raja Ampat.Desember 30, 2011, hari bulan tahun dan tempat  itu menggugah pikiran dan jiwaku. Memutar balik cara berpikirku melihat alam dan orang-orang disekitarku. Bukan karena suatu kejadian atau apapun tp karena alasan aku  berbaring disini di Raja Ampat
Jam menunjukkan pukul 11 malam lewat. Malam telah mengeluarkan aura dinginnya. Membungkus alam dalam kesunyian, menundukkan hutan pinus dan cendarwasihnya. memudarkan aura panas api  didepanku. Jenset telah dimatikan  dan cottage-kayupun  tak nampak lagi.Aku melangkah berat di atas permadani pasir yang lembut. Mataku memerintahkan  kepalaku untuk  membuat perpotongan dua garis baringan imaginer antara dua pohon pinus besar untuk mendapatkan posisi istirahatku malam ini. Diantara dua pohon gagah besar ini ditemani dengan pohon pandan laut yg menyembunyikan duri-durinya saat dia terlelap. Hanya tinggal beberapa langkah lagi.

Free Diving, Raja Ampat
Disinilah aku. Kubaringkan tubuhku diatas green  polyethylene syntetic fibre web. Tangannya yg kekar terikat  kuat pada pohon pinus di kedua sisinya. Seolah membuat sinergi dalam keseimbangan alam yang saling berbagi. Pohon pinuspun menggenggam erat tangannya. Aku sedikit membuat gerak harmony sederhana. Tubuhku berayun pelan mengikuti gaya pemulih, memperkecil gaya potensialnya untuk menuju titik keseimbangan semulanya. Begitulah cara alam bekerja. Ya keseimbangan. Dan aku mengulanginya terus menerus. Harmoni resonansi suara Breviana brevis berpadu dengan suara desiran lembut ombak  menjadi lagu penenangku. Mengisyaratkan dialah penguasa jagat raya malam ini. Memecah heningnya malam. Setetes air dari langit turun menumbus sela-sela daun lalu menyapaku wajahku dalam damai. Titik titik air itu datang silih berganti dari langit ikut memeriahkan pesta nyanyian sang serangga. Sekali lagi itulah keseimbangan alam. Saling mengisi satu sama lain dan Aku mulai bertanya. Is it coincidence???
Lalu kepalaku mulai mencari –cari  bagaimana itu terjadi dalam diriku dan alam semesta ini. Kenapa aku disini? Bagaimana aku bisa sampai disini?Apa yang membawaku ketempat hebat ini yang banyak orang di barat indonesia sana bahkan orang diluar negri sana memimpikannya tapi aku salah satunya yang terpilih? Dengan cara-cara yang tidak biasa, waktu  dan tempat yang tidak biasa. Dan aku baru menyadirinya malam ini dan disini.aku terus bertanya. 

Underwater Pose, Saleo Island
Kepalaku mulai berat aku mencoba membuka kembali lembaran perjalanan hidupku. Tapi aku gagal mengingatnya. Aku mulai bertanya tak beraturan, kenapa manusia berbeda-beda sifatnya, burung bisa terbang dan besinergi dengan udara, ikan dan terumbu karang bisa hidup bersama, Gunung-gunung kenapa harus tinggi, Hakekat siklus air di bumi, kejadian alam semesta, Albert Einstein dengan rumus relativitasnya mungkin itu akibat  tingkat pemikiran dan dimensi ruang dan waktu yg tidak bisa aku capai malam ini. Semua adalah tentang keselarasan.Sampai-sampai aku ingin menambahkan rumus relativitas einstein dari E= m c2 menjadi E= m c2 + S, dimana Energi sama dengan massa dikalikan dengan kecepatan cahaya ditambahkan dengan sharing(berbagi) untuk mencapai keselaran itu sendiri.  Gerak harmoni sederhana  yang kubuat jadi tidak beraturan. Aku duduk , berdiri dan berbaring lagi. Pikiranku melompat-lompat silih berganti tak mw berhenti untuk mencari dan terus mencari. Kenapa harus aku?
Kantukku pergi tanpa bertanya dan izin denganku. Aku berhenti sesaat, kedua tanganku menjadi penutup mukaku. Diam. Lalu secepat kilat kupukul kepalaku dua kali sambil menggerutu dan histeris dalam pikiranku. Aku kira aku mengidap demintia kronik progresif. Aku diam sejenak. Mencari-cari dan Sekarang aku mulai membuat kesepakan dengan dengan otakku untuk mendapatkan kode memori yang kucari  untuk membuka lagi memoriku di lymbic sytem di otakku.Aku tahu, aku benar benar tahu sekarang. karena aku bekerja keras untuk bisa menyelaraskan diriku dengan orang-orang dan  alam disekitarku. Dan aku menikmatinya sekarang dengan Cuma-Cuma. Tidak ada yang kebetulan.
Early Morning at Raja Ampat